PEMUDA PEDULI LINGKUNGAN HIDUP (PPLH) SUKABUMI

GO GREEN -- SUKABUMI YANG RAMAH LINGKUNGAN
BERSAMA KITA HIJAUKAN BUMI KITA -- SELAMATKAN BUMI KITA

Selasa, 14 Desember 2010


Rabu, 15 Desember 2010 , 01:26:00
DITANAM: Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) Sukabumi, Gun-gun Gunawan (kiri) bersama petugas DP4 Kota Sukabumi menanam pohon di Lapang Merdeka Kota Sukabumi. foto:sri/radarsukabumi
CIKOLE -- Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) Sukabumi, Gun-gun Gunawan menyayangkan sikap Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Sukabumi yang dinilainya "kurang merespons" surat rekomendasi Walikota Sukabumi tentang program yang tengah digulirkan PPLH yakni Tanaman Buah dalam Pot (Tabulanpot) dan program penyemaian bagi kalangan pelajar se-Kota Sukabumi. "Kami menyesalkan sikap KLH Kota Sukabumi yang kurang merespon bahkan tidak mengindahkan surat rekomendasi yang keluarkan oleh Walikota Sukabumi ini," kata Ketua PPLH Sukabumi, Gun-gun Gunawan kepada Radar Sukabumi yang ditemui disela-sela penanaman pohon di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Senin (13/12). Menurutnya, isi dari surat rekomendasi tersebut menerangkan bahwa KLH ditunjuk oleh Pemerintah Kota Sukabumi untuk mendukung dan bekerjasama dengan PPLH terkait program penghijauan yang digagasnya. "Kami hanya ingin program kami yaitu Tabulanpot dan penyemaian bagi kalangan pelajar se Kota Sukabumi ini berjalan baik di Kota Sukabumi. Untuk itu, kami berharap KLH selaku lembaga khusus yang menangani masalah lingkungan, merespon langkah kami bersama-sama mewujudkan Kota Sukabumi yang hijau," ujarnya. Lebih lanjut Gun-gun menegaskan, bentuk kerjasama yang diinginkannya bukan semata-mata mengharapkan anggaran dari KLH. Tetapi bersinergi dalam setiap program antara PPLH dengan KLH. " Perlu diketahui bahwa kami tidak ada niatan sama sekali, untuk menyaingi program mereka apalagi meminta dana atau anggaran dari KLH, toh kami juga punya anggaran sendiri dari CSR perusahaan . Tapi seakan-akan ketika kami menawarkan program ini, mereka sudah ketakutan duluan. Padahal,kami hanya ingin bersinergi saling mendukung satu sama lainnya , ketika KLH ada kegiatan maka kami turut serta membantunya, ataupun sebaliknya. Ya intinya kita hanya ingin saling bekerjasama dan bermitra lah, minimal support dalam bentuk doa dan izin," terangnya. Meski begitu, Gun-gun tetap optimis programnya bisa terus berjalan dengan baik. "Kami optimis dan tidak pernah putus asa. Kami punya semangat, buktinya meski tak ada dukungan dari KLH, program-program kami terus berjalan. Dan hampir semua sekolah yang ada di Kota Sukabumi telah kami latih bagaimana cara penyemaian, pemberian bibit pohon keras sampai pemeliharaannya, semuanya gratis alias tanpa dipungut sepeserpun," bebernya yang juga mengaku bahwa selama ini baru Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman (DP4) dan perusahaan swasta lain salah satunya Perbankan Kota Sukabumi yang merespon gerakan PPLH Sukabumi. Sementara itu, dalam menjalankan tugasnya selama ini, Gun-gun menjelaskan PPLH Sukabumi hanya mengandalkan dana dari Coorporate Sosial Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan swasta yang tersebar di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Diantaranya Telkom dan Perbankan. Berdasarkan data yang diterima Radar Sukabumi dari PPLH Sukabumi, selama tahun 2010, pihaknya telah membuat 325 tanaman buah dalam pot (Tabulanpot), pemberian 200 ribu bibit pohon keras secara gratis dalam program penyemaian antar sekolah se-Kota Sukabumi, penanaman sekitar seribu pohon di sepanjang jalan yang dilintasi Sungai Cimandiri. Hingga penanaman kembali pohon yang telah ditebang oleh dinas terkait, seperti di Jalan Bhayangkara , pinggir pemakaman sepanjang 200 meter dan di kawasan Lapang Merdeka Kota Sukabumi. " Tanaman yang sudah dipangkas yang disebabkan karena hama atau mati karena sebab lain, oleh dinas terkait itu mestinya ditanami kembali, untuk menjaga sirkulasi udara. Dengan melihat kondisi di lapangan yang pepohonannya ditebang namun tidak ditanami lagi, maka kami dan kawan-kawan di PPLH berinisiatif untuk menanamnya kembali. Seperti yang telah kami lakukan di kawasan Lapang Merdeka, Jalan Bhayangkara dan kawasan lainnya," pungkasnya.

Minggu, 17 Oktober 2010

Senin, 18 Oktober 2010 , 00:15:00
3 Ribu Benih Disemai



PENGHIJAUAN: Siswa SMAN 1 menerima tabung pot dari Ketua Umum PPLH Sukabumi, Gugun Gunawan. foto: perli rizal/radar sukabumi.
CITAMIANG--3000 benih pohon Albasiah (Sengon) disemai pelajar SMAN 1 Kota Sukabumi, Sabtu (16/10) lalu. Benih sengon tersebut diberikan secara cuma-cuma oleh Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) Sukabumi. Ketua Umum PPLH Sukabumi, Gungun Gunawan mengatakan, setiap sekolah di Kota Sukabumi diberikan benih pohon sekitar 3 ribu benih dan tabung pot setiap sekolah lima buah secara cuma-cuma. "Dana tersebut dari CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan-pesusahaan seKota Sukabumi.Tabung pot tersebut 325 yang dibagikan kepada sekolah se Kota Sukabumi,"paparnya. Sedangkan Tim Ahli PPLH, Asep Suhendar menjelaskan, benih sengon bisa diambil manfaat dalam usia lima tahun. "Dari 3 ribu benih yang ditanam dan jika 2 ribu pohon yang berhasil hingga besar bisa menghasilkan Rp100 juta dalam jangka lima tahun," jelas Asep Kepada Radar Sukabumi. Siswa SMAN 1 Sukabumi yang mendapatkan penjelasan cara, manfaat dan keuntungan penanaman pohon tersebut begitu antusias dengan memasukan tanah ke pollyback hingga penyemaian. Hubungan Masyarakat (Humas) SMAN 1 Kota Sukabumi, Budi Adiya Permana mengatakan, pihak sekolah berterimakasih dengan program penanaman pohon. Dengan penanaman dari penyemaian, pelajar memahami cara mendapatkan benih yang baik, mengurus, pertumbuhan, hingga menghasilkan pohon yang berdampak terhadap perekonomian. "Bukan hanya berdampak pada perekonomia, penanggulangan global warming (pemanasan global) juga bagus," tuturnya. Siswa SMAN I Kota Sukabumi, Qory mengatakan, penanaman dari biji pohon tersebut lebih dapat dipahami karena pelajar diajarkan mengurus dan manfaat saat lima tahun ke depan. Ia juga mengharapkan, penanaman pohon bukan sekadar mencari keuntungan melainkan harus bisa dirasakan manfaatnya oleh orang banyak. "Dengan menggencarkan penanaman pohon di setiap sekolah dan instasi saya sakin Indonesia sejuk kembali," pungkasnya

Rabu, 06 Oktober 2010 , 01:21:00
Ayo Hijaukan Lingkungan!



BELAJAR TUMBUHAN: Kepala SDN Tegal Pari Ida Supiatini (tengah) dan Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) Sukabumi, Gungun Gunawan bersama guru dan siswa usai penyemaian, kemarin. foto:sri/radarsukabumi
GUNUNG PUYUH -- Banyak cara dan media yang bisa digunakan untuk menyebarkan pesan kesadaran akan lingkungan yang hijau dan asri. Salah satunya adalah melalui institusi pendidikan seperti sekolah.
Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) Sukabumi, menggandeng SDN Tegal Pari Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi untuk mengembangkan program penghijauan Sukabumi salah satunya dengan kebun bibit.
Melalui program tersebut,para siswa didik terlibat langsung dalam memelihara sekaligus melestarikan lingkungan.
"Melalui program ini kami ingin mendidik siswa menjalani serangkaian proses bercocok tanam." kata Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) Sukabumi, Gungun Gunawan kepada Radar Sukabumi, kemarin.
Program ini diharapkan bisa menjadi satu kegiatan luar ruang (outdoor activity,red) dari aktivitas sekolah. Semangat menghijaukan lingkungan ini mendapat sambutan hangat dari sekolah dan siswa, itu terlihat saat siswa SDN Tegal Pari Kota Sukabumi mewakili siswa disekolah lainnya, menyemai biji bibit tanaman usai kegiatan belajar mengajar.
Sekitar 3000 bibit tanaman keras, 4 bok polyback, 35 kg pupuk serta alat penyemaian dibagikan PPLH kepada SDN Tegal Pari Kota Sukabumi.
"Kami juga mengajarkan bagaimana cara penyemaian hingga tumbuh tunas dan berkembang menjadi pohon," ujarnya.
Biji-biji yang ditanam di kebun bibit itu akan dirawat langsung oleh para siswa. Saat tanaman sampai sekitar dua inchi lalu dipindahkan ke lokasi lain untuk penanaman.
"Memang bibit yang dibagikan tak banyak, tapi yang penting bagi siswa ini adalah edukasi bagi generasi selanjutnya. Kita tanamkan konsepnya, bagaimana tanaman tumbuh bibitnya sampai jadi pohon. Dan mereka mengerti bagaimana cara menjaga dan memelihara lingkungan sejak dini," terangnya yang mengaku akan terus melakukan penghijauan di kawasan Buper Cikundul.
Sementara itu, pihak SDN Tegal Pari Kota Sukabumi yang dipimpin Ida Supiatini menyambut baik kegiatan yang dilakukan PPLH Sukabumi, dengan melibatkan anak sekolah.
"Kami sangat senang. Banyak ilmu baru yang kami terima dalam kegiatan penyemaian ini," tuturnya.
Seperti sebelum bibit akan ditanam, lebih dahulu harus direndam 2 hari berturut-turut dengan air panas. Setelah itu, lanjut perempuan berkerudung dan ramah ini si bibit baru bisa disemaikan dan setelah tiga hari baru disimpan di polyback.
"Karena ini waktunya bersamaan dengan UTS maka anak yang diikut sertakan dalam belajar cara penyemaian anak kelas 4,5 dan 6. Mereka sangat antusias. Semua ilmu baru yang kami dapatkan ini akan diterapkan disekolah berbarengan dengan pendidikan lingkungan hidup," pungkasnya

Minggu, 08 Agustus 2010


Pelihara Lingkungan Tak Cukup Ideologi



BANTUAN ALAT PENYEMAI: Pihak SDN Dewi Sartika CBM Kota Sukabumi menerima bantuan seperangkat alat penyemai berikut bibit tanaman dari LSM Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) Sukabumi, kemarin. foto:sri/radarsukabumi
CIKOLE -- Ketua LSM Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) Sukabumi, Gungun Gumelar mengatakan, urusan lingkungan hidup tidak cukup ideologi saja. "Yang kini diperlukan adalah bagaimana menterjemahkan ideologi itu dalam perilaku-perilaku praktis, yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak dan lingkungan sekitar," katanya kepada Radar Sukabumi disela-sela penyerahan 3 ribu bibit pohon abasiadan seperangkat alat penyemai berikut dengan komposnya di SDN Dewi Sartika CBM Kota Sukabumi, kemarin. Ratusan bibit pohon abasia dan alat penyemaian tersebut sengaja diberikannya kepada sekolah adiwiyata, bekerjasama dengan PLN APJ Sukabumi. " Kami berharap semua pihak secara terus menerus menjaga dan peduli lingkungan sejak dini," ujarnya. Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kurikulum SDN Dewi Sartika CBM Kota Sukabumi, Nana Mulyana mengatakan pendidikan lingkungan hidup di sekolahnya ini akan lebih mendekatkan kepada kegiatan pencegahan atau preventif sejak dini. "Harapannya adalah perilaku para peserta didik menjadi ramah lingkungan, sehingga perusakan-perusakan bisa terhindari," katanya. Pihaknya berterimakasih dengan bantuan yang telah diberikan untuk menunjang program adiwiyata tersebut. "Bibit pohon yang kami terima ini akan langsung kami semaikan disini. Jika sudah tumbuh, kami bersama kader lingkungan akan melakukan reboisasi di kawasan Cikundul," pungkasnya