DITANAM: Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) Sukabumi, Gun-gun Gunawan (kiri) bersama petugas DP4 Kota Sukabumi menanam pohon di Lapang Merdeka Kota Sukabumi. foto:sri/radarsukabumi
CIKOLE -- Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) Sukabumi, Gun-gun Gunawan menyayangkan sikap Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Sukabumi yang dinilainya "kurang merespons" surat rekomendasi Walikota Sukabumi tentang program yang tengah digulirkan PPLH yakni Tanaman Buah dalam Pot (Tabulanpot) dan program penyemaian bagi kalangan pelajar se-Kota Sukabumi. "Kami menyesalkan sikap KLH Kota Sukabumi yang kurang merespon bahkan tidak mengindahkan surat rekomendasi yang keluarkan oleh Walikota Sukabumi ini," kata Ketua PPLH Sukabumi, Gun-gun Gunawan kepada Radar Sukabumi yang ditemui disela-sela penanaman pohon di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Senin (13/12). Menurutnya, isi dari surat rekomendasi tersebut menerangkan bahwa KLH ditunjuk oleh Pemerintah Kota Sukabumi untuk mendukung dan bekerjasama dengan PPLH terkait program penghijauan yang digagasnya. "Kami hanya ingin program kami yaitu Tabulanpot dan penyemaian bagi kalangan pelajar se Kota Sukabumi ini berjalan baik di Kota Sukabumi. Untuk itu, kami berharap KLH selaku lembaga khusus yang menangani masalah lingkungan, merespon langkah kami bersama-sama mewujudkan Kota Sukabumi yang hijau," ujarnya. Lebih lanjut Gun-gun menegaskan, bentuk kerjasama yang diinginkannya bukan semata-mata mengharapkan anggaran dari KLH. Tetapi bersinergi dalam setiap program antara PPLH dengan KLH. " Perlu diketahui bahwa kami tidak ada niatan sama sekali, untuk menyaingi program mereka apalagi meminta dana atau anggaran dari KLH, toh kami juga punya anggaran sendiri dari CSR perusahaan . Tapi seakan-akan ketika kami menawarkan program ini, mereka sudah ketakutan duluan. Padahal,kami hanya ingin bersinergi saling mendukung satu sama lainnya , ketika KLH ada kegiatan maka kami turut serta membantunya, ataupun sebaliknya. Ya intinya kita hanya ingin saling bekerjasama dan bermitra lah, minimal support dalam bentuk doa dan izin," terangnya. Meski begitu, Gun-gun tetap optimis programnya bisa terus berjalan dengan baik. "Kami optimis dan tidak pernah putus asa. Kami punya semangat, buktinya meski tak ada dukungan dari KLH, program-program kami terus berjalan. Dan hampir semua sekolah yang ada di Kota Sukabumi telah kami latih bagaimana cara penyemaian, pemberian bibit pohon keras sampai pemeliharaannya, semuanya gratis alias tanpa dipungut sepeserpun," bebernya yang juga mengaku bahwa selama ini baru Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman (DP4) dan perusahaan swasta lain salah satunya Perbankan Kota Sukabumi yang merespon gerakan PPLH Sukabumi. Sementara itu, dalam menjalankan tugasnya selama ini, Gun-gun menjelaskan PPLH Sukabumi hanya mengandalkan dana dari Coorporate Sosial Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan swasta yang tersebar di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Diantaranya Telkom dan Perbankan. Berdasarkan data yang diterima Radar Sukabumi dari PPLH Sukabumi, selama tahun 2010, pihaknya telah membuat 325 tanaman buah dalam pot (Tabulanpot), pemberian 200 ribu bibit pohon keras secara gratis dalam program penyemaian antar sekolah se-Kota Sukabumi, penanaman sekitar seribu pohon di sepanjang jalan yang dilintasi Sungai Cimandiri. Hingga penanaman kembali pohon yang telah ditebang oleh dinas terkait, seperti di Jalan Bhayangkara , pinggir pemakaman sepanjang 200 meter dan di kawasan Lapang Merdeka Kota Sukabumi. " Tanaman yang sudah dipangkas yang disebabkan karena hama atau mati karena sebab lain, oleh dinas terkait itu mestinya ditanami kembali, untuk menjaga sirkulasi udara. Dengan melihat kondisi di lapangan yang pepohonannya ditebang namun tidak ditanami lagi, maka kami dan kawan-kawan di PPLH berinisiatif untuk menanamnya kembali. Seperti yang telah kami lakukan di kawasan Lapang Merdeka, Jalan Bhayangkara dan kawasan lainnya," pungkasnya.